"PRO-FISHTA" UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS BUDIDAYA LELE DESA SETONO KECAMATAN NGRAMBE KABUPATEN NGAWI

Klaudia Putri Nirmalasari, Anggun Karina Risti, Juwanita Juwanita

Abstract


Desa Setono memiliki 10 kelompok pembudidaya lele. Budidaya lele belum optimal terkendala harga pelet yang mahal. Akibatnya produktivitas lele menurun dan beberapa mengalami gulung tikar. Tim PKM-M memberikan inovasi pelatihan pembuatan "Pro-fishta" pelet ikan lele menggunakan campuran ampas tahu dan probiotik untuk merangsang pertumbuhan dan kekebalan lele. Hal ini didukung dengan adanya pembuangan limbah tahu dari home industry tahu di Desa Setono yang limbahnya mencemari lingkungan. Tujuan adanya pelatihan ini sebagai upaya pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan produktivitas budidaya lele, memanfaatkan limbah home industry tahu menjadi produk yang bermanfaat, serta membuat “Pro-fishta” untuk meningkatkan produktivitas ikan lele di Desa Setono. Pelatihan pembuatan "Pro-fishta" dilakukan bulan Maret – Mei 2014 dengan 3 kali pelatihan kepada seluruh kelompok pembudidaya ikan lele di Desa Setono. 2 kali peninjauan pada bulan Juni dan Juli untuk pembentukan dan pemantapan kelompok budidaya pelet “Pro-fishta”. Terbentuk 3 kelompok budidaya lele dan Home Industry. Pemasaran produk di daerah Ngawi, Jogorogo, Sine. Salah satu kelompok budidaya lele di Kabupaten Ngawi yang menggunakan pelet “Pro-fishta” yakni kelompok “Mina Mandiri”. Melalui program ini, tim PKM-M telah membantu memberikan pelatihan ketrampilan pengolahan limbah ampas tahu yang tidak bermanfaat menjadi produk olahan pelet yang bermanfaat khususnya untuk peningkatan produktivitas budidaya lele dan ekonomi masyarakat. Keywords : Pro-fhishta, Budidaya lele, Produktivitas lele


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.